Si Kecil Sering Kembung Setelah Minum? Ini Solusinya

Di awal-awal kehidupannya, bayi masih bertumbuh sehingga banyak sistem tubuhnya yang belum bekerja secara optimal. Seringkali kita menjumpai bayi dengan keluhan perut kembung. Penyebab perut bayi kembung biasanya adalah karena banyak menelan udara saat menangis, mengisap kempeng, atau setelah minum.

Moms bisa tahu si Kecil kembung jika dia menunjukkan tanda-tanda seperti rewel, menangis, buang gas, perut keras menggembung, bersendawa, dan daerah perutnya terasa keras. Kondisi bayi kembung biasanya normal dan bukan merupakan gejala penyakit yang serius apabila dia hanya rewel beberapa saat, wajahnya memerah, masih bisa tertawa, dan tidak stres. Namun, apabila kembung tersebut disertai demam, muntah, tidak bisa BAB, BAB berdarah, sangat rewel, dan si Kecil tidak mau ditenangkan, maka kembung tersebut bisa jadi merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius sehingga Moms harus segera membawa si Kecil ke dokter.

Solusi atasi sering kembung setelah minum pada si Kecil

1. Selalu sendawakan si Kecil setelah minum

Berikan waktu istirahat sekitar 2 menit setiap sesi minum untuk mencegah kemungkinan dia menelan terlalu banyak udara dengan cepat. Selalu sendawakan si Kecil setelah minum agar udara yang tidak sengaja tertelan bisa keluar sehingga tidak menyebabkan kembung.

2. Letakkan si Kecil dalam posisi tengkurap

Pada bayi yang sudah bisa tengkurap, biarkan dia dalam posisi tersebut lebih lama. Posisi ini akan membantu gas di perut mendapatkan tekanan dari berat badannya sehingga dia bisa lebih mudah bersendawa atau buang angin. Selama tengkurap, ajak si Kecil berkomunikasi agar dia membuka mulutnya. Perhatikan juga tingkah lakunya saat tengkurap; apakah dia terlihat kesakitan atau tidak.

3. Gosok-gosok perut si Kecil

Gosok perutnya dari arah punggung ke pusar. Tekan dengan sangat lembut ketika tangan Moms akan mendekati pusar. Ini bisa membantu agar perutnya hangat dan dia bisa buang angin.

4. Pijat lembut anggota tubuh si Kecil

Pijat dengan tekanan lembut di bagian perut, punggung, dan dada si Kecil sekitar 1 jam setelah dia minum apabila perutnya kembung. Gunakan minyak saat memijatnya untuk menghangatkan tubuhnya. Akan tetapi, hentikan proses memijat jika dia menangis atau tidak nyaman.

 

5. Tepuk-tepuk punggung si Kecil dengan lembut

Angin yang terperangkap dalam perut si Kecil dapat menyebabkan perutnya kembung. Untuk mengeluarkan angin tersebut, gendong si Kecil dengan posisi tubuhnya menghadap Moms. Lalu, posisikan perutnya agar menempel di dada Moms. Untuk memancingnya bersendawa, tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut. Jika si Kecil tidak juga bersendawa, posisikan dia agar tengkurap selama beberapa menit. Perutnya akan tertekan dan gas di dalam perutnya bisa keluar.

 

6. Gunakan sippy cup dengan fitur airloop system

Saat si Kecil sudah cukup dewasa untuk minum dari cup, pilihlah cup yang memudahkannya belajar minum. Untuk itu, Moms dapat memilih sippy cup yang berfungsi sebagai transisi minum dari botol susu ke gelas/cangkir orang dewasa.

Sippy cup cocok untuk bayi berusia 6 bulan yang baru dalam tahap awal MPASI. Pada tahap ini, bayi belum bisa mengisap secara konstan. Dia membutuhkan bantuan sippy cup agar dapat minum dengan lancar. 

Dengan banyaknya produk cup transisi yang beredar di pasaran, Moms perlu pintar-pintar memilih produk yang paling tepat. Teknologi airloop system pada sippy cup bekerja mengeluarkan udara dari dalam sedotan. Karena itulah, sippy cup dengan fitur tersebut efektif  mencegah udara agar tidak ikut tertelan dan membuat perut si Kecil kembung.

Pilihlah juga sippy cup yang dilengkapi fitur 360’ gravity ball dan V valve. Dengan fitur 360 degrees gravity ball, si Kecil tetap nyaman minum meski dalam posisi duduk, merangkak, atau berdiri. Sementara itu, sippy cup yang memiliki V valve dapat mencegah si Kecil tersedak dengan cara mengatur air yang akan keluar dari botol secara konstan. Katup V valve yang terletak pada straw ini otomatis mengunci jika tidak sedang digunakan untuk minum, membuat botol menjadi leakproof.

Fitur lain yang tidak kalah pentingnya dan menjadi nilai plus sebuah sippy cup adalah aman, tahan banting, sedotan lembut dan tahan gigitan, serta mulut botol lebar agar mudah dibersihkan.

Nah, Moms, itulah tips-tips mengatasi si Kecil yang sering kembung setelah minum. Selalu pastikan si Kecil mendapatkan cukup cairan agar bisa tumbuh dengan optimal, ya, Moms!

 

Referensi: Hai Bunda, Liputan 6

View Original Article